Skip to main content

Posts

Tiba-tiba Sastra

Hari ini saya kembali mengunjungi Perpustakaan Kota Bantul karena banyak waktu senggang sebelum mulai semester baru. Sesampainya di sana, saya meminta kunci loker lalu naik ke lantai dua. Perpustakaan cukup ramai di hari Jumat. Saya menaruh laptop dan barang lainnya di meja yang berhadapan langsung dengan pemandangan jalan raya. Setelahnya saya menyusuri rak-rak buku. Agak lama sampai saya menemukan buku berjudul On Literature, Aspek Kajian Sastra dari J. Hillis Miller yang sudah diterjemahkan. Penasaran dengan isinya saya pun membawanya ke meja.  Bab pertama menulis tentang Apa Itu Sastra. Bab tersebut diawali dengan pembahasan Apa yang Membuat Sastra Menjadi Mungkin? Dari pembahasan tersebut apa yang saya pahami adalah (semoga tidak keliru), sastra menjadi mungkin karena adanya kemampuan mengenal huruf dan kebebasan untuk berbicara. Kebebasan berbicara tidak selalu diwujudkan melalui orasi, pidato, namun apa yang "tokoh" bicarakan. Tokoh yang bahkan lahir dari khayalan pen...
Recent posts

Aku dan Si Bocah Pemalu

       Menjadi lulusan musik membuat aku punya standar tersendiri ketika menikmati musik, baik mendengar karya instrumental maupun orang bernyanyi. Meski aku tidak menguasai semua alat musik dan vokal tapi setidaknya aku tahu mana nada yang dibunyikan atau dinyanyikan dengan sesuai mana yang tidak. Hal ini membuatku relatif peka dengan nada yang sumbang, yang pitchy meski kurang dari semitone. Berbekal pengetahuan tentang musik, beberapa waktu lalu aku melamar pekerjaan sebagai guru ekstrakurikuler musik di salah satu homeschooling di Yogyakarta, setelah diterima aku bertemu dengan seorang anak perempuan kelas IX.  Namanya Arimbi, tapi sering dipanggil Bimbi. Homeschooling tempat aku bekerja didominasi siswa berkebutuhan khusus, misalnya autis, down syndrome, disleksia, dan lainnya. Pertama kali bertemu Bimbi, dia terlihat tidak memiliki kebutuhan khusus. Dia mampu berkomunikasi dengan baik, perilakunya tidak impulsif, hanya saja dia sangat pemalu. Masih aku...

Review Jurnal The Positive Influence of Music on the Human Brain

The Positive Influence of Music on the Human Brain  Zhang, Shiqi. “The Positive Influence of Music on the Human Brain.” Journal of Behavioral and Brain Science 10, no. 01 (2020): 95–104.

Selubung-selubung Film Aladdin

Buat para pencinta Disney, kalian pasti nggak akan asing dengan live action Aladdin yang rilis tahun 2019. Disney kayanya emang lagi gencar bikin live action dari film animasi lama. Live action Aladdin gampangnya adalah film fantasi musikal. Para penontonnya pasti tersihir sama musik dan tari-tarian di film itu. Nggak bisa dipungkiri sih, film garapan Disney rata-rata punya soundtrack yang bagus dan memorable banget. Salah satu lagu yang paling booming adalah A Whole New World. Jujur aja, kalau kalian denger film Aladdin pasti kalian kepikiran lagu satu ini kan? Tapi kali ini kita nggak bakal bahas lagu itu, guys. Ada hal lebih menarik yang mungkin nggak terlintas di benak kalian selama ini. 

Catatan Belajar: Komposisi

Judul buku : An Introduction to Music Studies Judul Bab : Composition (Bab 14) ISBN :  Pengarang : Jim Samson Penerbit           : Cambridge University Press Tahun terbit : 2009 Pages : 236 – 249 (14 halaman) Kategori buku : Non-Fiksi Review Singkat Bab ini membahas tentang nilai dari mempelajari komposisi dan melihat bagaimana komposisi diajarkan dan diuji. Bab ini juga akan membahas pemikiran awal komposer sebelum memulai karya mulai dari pengalaman pribadi hingga ketertarikan untuk berkolaborasi dengan karya seni lain. Bagian terakhir bab ini akan membahas relasi antara komposer, pemain, dan audiens. Hal yang menarik adalah saran pada akhir bab yakni komposer harus bisa bernegosiasi dalam membuat karya untuk memastikan karya musiknya bisa berkomunikasi dengan audiens tanpa membatasi kebebasan mencipta yang mereka miliki.  Pokok Permasalahan Komposisi mengingatkan kita bahwa karya musik adalah hasil dari proses yang kadang sa...

Gaya Belajar VARK, Kamu yang Mana?

  sumber: pinterest Aktivitas belajar seringkali terdengar membosankan dan melelahkan. Hal ini bisa terjadi apabila seseorang belum dapat mengidentifikasi gaya belajar. Menurut buku Quantum Learning karya Bobbi DePorter, gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan di sekolah, kantor, ataupun untuk komunikasi berbagai pihak.  Neil Fleming, seorang pengamat sistem pendidikan di New Zealand tahun 1980-an mengemukakan empat tipe gaya belajar yakni VARK, visual, auditory, reading/writing, dan kinesthetic. Setiap gaya memiliki keunikan tersendiri dan tentu saja tidak dapat disamakan.  Gaya belajar Visual Anak yang memiliki gaya belajar visual akan lebih mudah  memahami informasi dengan melihat grafik, bagan, diagram, gambar, dan warna. Penerimaan informasi dipengaruhi oleh desain, pola, bentuk, atau berbagai format yang digunakan untuk menekankan poin-poin penting seperti misalnya warna dan jenis tulisan. Gaya belajar Auditory Anak yang memiliki g...

Belajar Musik? Ini Fungsi Akor yang Perlu Kamu Tahu!

       Selain berdiri pada tingkatannya masing-masing, akor juga memiliki fungsi masing-masing. Pada perido klasik, akor I, IV, dan V dianggap sebagai akor paling penting dalam sebuah musik. Akan tetapi, hal tersebut berubah seiring dengan perkembangan musik. Meskipun begitu, tidak ada salahnya kita mengetahui fungsi akor. Berikut fungsi akor yang perlu diketahui:  Fungsi Tonika       Fungsi tonika biasanya direpresentasikan dengan triad mayor atau minor yang berada pada tingkat pertama di tangga nada. Akor tonika dalam posisi dasar dianggap lebih stabil dibanding dengan akor inversi pertama. Namun tonika inversi pertama memiliki peran penting dalam artikulasi khususnya untuk membantu permulaan progresi kadensial. Dalam beberapa konteks, triad submedian memiliki funsgi tonika dan biasanya mensubstitusi peran tonika, khususnya saat mengikut akor dominan dalam posisi dasar. Situasi seperti ini dapat disebut deceptive resolution dari dominan....