Bosan … adalah kata pertama yang muncul di pikiran saya ketika membaca beberapa halaman cerpen Salju Kilimanjaro dari Hemingway. Setelah membaca novel Kejahatan dan Hukuman dari Dostoevsky, tulisan Hemingway ini terasa sangat membosankan. Alur ceritanya sangat lambat, seperti tidak terjadi apa-apa. Saya pernah membaca novel lain yang alur ceritanya juga bergerak lambat, Angsa dan Kelelawar dari Keigo Higashino. Tapi tulisan Hemingway ini agak lain. Ini pertama kali saya membaca sebuah cerpen yang berkutat di pikiran tokoh utamanya, Harry, seorang penulis yang merasa bakatnya mati karena menikahi perempuan kaya raya. Ia pergi ke Afrika bersama istrinya, Helen. Di sana Harry mengalami infeksi yang membuat kakinya membusuk. Ia hanya bisa berbaring sambil menunggu pertolongan. Di tengah ketidakberdayaannya itu, pikiran Harry melayang-layang, mengingat peristiwa yang sudah ia lalui. Tentang cinta pertamanya, kebiasannya minum alkohol, perang, penyesalan, dan cerita-cerita yang tidak pe...
Sehari lalu saya mendapat e-mail dari Perpustakaan Bantul tentang batas peminjaman buku yang tinggal dua hari. Buku Kejahatan dan Hukuman, terjemahan dari Crime and Punishment dari Fyodor Dostoyevsky. Sebagai penggemar novel, buku ini tentu menarik untuk saya ditambah dengan nama besar Dostoyevsky. Ini pertama kali saya membaca novelnya, karena biasanya saya lebih suka novel Asia misalnya karya-karya Keigo Higashino. Buku yang saya baca merupakan buku terjemahan dan sudah dirangkum tanpa mengubah struktur cerita, setidaknya begitu tulisan di kata pengantar. Novel ini bisa dibilang sebuah karya lama tapi nyatanya masih relevan dengan kehidupan hari ini. Masalah kemiskinan menimbulkan keputusasaan lalu memunculkan pikiran-pikiran tidak waras tentang tindak kejahatan. Saat membaca novel ini, Raskolnikov, si tokoh utama mengalami pergolakan psikologis yang (bagi saya) sulit dipahami tapi masuk akal. Seorang terpelajar yang merasa gagal dengan hidupnya lalu mempercayai sebuah teo...