Memang seharusnya aku tidak habis karena mencintai orang lain. Bukan berarti aku pernah begitu. Aku belajar mencintai secukupnya, karena dengan orang yang menyayangiku semuanya cukup. Aku tidak perlu membuktikan apapun. Seperti aku mencintai diriku, dia pun akan begitu. Aku tidak perlu menjadi yang lain. Aku adalah aku seutuhnya. Dia akan selalu menjadi ruang amanku. Ruang dimana aku bisa menjadi apa saja. Tapi kali ini ruang itu ada di kamu.
Pada akhirnya kamu menjadi rindu yang tak pernah kutemukan. Rindu yang menetap dalam suatu sudut di hatiku. Entah untuk apa juga kamu ada di sana. Kamu tidka berniat pergi, tapi aku juga tidak ingin mengusirmu. Suatu saat sudut itu mungkin akan usang, kalau saja aku bisa sehari tanpa memikirkanmu. Memang, aku jatuh cinta pada yang tak mungkin. Aku jatuh cinta pada sebuah kemustahilan. Jangan tanya apakah itu sakit atau tidak, dibuatnya aku kepayahan bahkan untuk merengkuh diriku sendiri.