Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2025

Ruang Aman

  Memang seharusnya aku tidak habis karena mencintai orang lain. Bukan berarti aku pernah begitu. Aku belajar mencintai secukupnya, karena dengan orang yang menyayangiku semuanya cukup. Aku tidak perlu membuktikan apapun. Seperti aku mencintai diriku, dia pun akan begitu. Aku tidak perlu menjadi yang lain. Aku adalah aku seutuhnya. Dia akan selalu menjadi ruang amanku. Ruang dimana aku bisa menjadi apa saja. Tapi kali ini ruang itu ada di kamu. 

Rindu

Pada akhirnya kamu menjadi rindu yang tak pernah kutemukan. Rindu yang menetap dalam suatu sudut di hatiku. Entah untuk apa juga kamu ada di sana. Kamu tidka berniat pergi, tapi aku juga tidak ingin mengusirmu. Suatu saat sudut itu mungkin akan usang, kalau saja aku bisa sehari tanpa memikirkanmu. Memang, aku jatuh cinta pada yang tak mungkin. Aku jatuh cinta pada sebuah kemustahilan. Jangan tanya apakah itu sakit atau tidak, dibuatnya aku kepayahan bahkan untuk merengkuh diriku sendiri. 

Aku Kehabisan Waktu

Aku Kehabisan Waktu Aku kehabisan waktu tapi tidak kehabisan cinta. Aku tidak pernah kehilangan cinta. Ia tetap bergelayut dalam hatiku. Melambai di waktu malam dan menyambut di waktu pagi. Kalau ada kesempatan untuk kembali tentu aku tidak mau. Aku akan menyimpan semuanya secara utuh tanpa mengubah apapun. Setiap detik, setiap perasaan, jangan sampai hilang. Tidak perlu ditambah atau dikurang. Biarkan begitu apa adanya. Dengan begitu aku lebih lega.  Perjalanan ini sungguh singkat tapi begitu hebat. Hebat dalam mengubahku. Mungkin memang sudah cukup. Lagi-lagi tidak lebih, tidak kurang. Untungnya satu senyuman manis kau tinggalkan. Jadilah, aku masukkan ke ruang rahasia dalam hatiku, dalamnya seperti palung tapi disitulah aku sering berkunjung.  Aku akan mengatakannya sekali lagi, aku kehabisan waktu tapi tidak dengan cinta. Aku masih rumahmu, semoga tidak terlupa. Pulanglah kapan saja. Aku masih disini dan tidak ada yang berubah.