Selain berdiri pada tingkatannya masing-masing, akor juga memiliki fungsi masing-masing. Pada perido klasik, akor I, IV, dan V dianggap sebagai akor paling penting dalam sebuah musik. Akan tetapi, hal tersebut berubah seiring dengan perkembangan musik. Meskipun begitu, tidak ada salahnya kita mengetahui fungsi akor. Berikut fungsi akor yang perlu diketahui:
Fungsi Tonika
Fungsi tonika biasanya direpresentasikan dengan triad mayor atau minor yang berada pada tingkat pertama di tangga nada. Akor tonika dalam posisi dasar dianggap lebih stabil dibanding dengan akor inversi pertama. Namun tonika inversi pertama memiliki peran penting dalam artikulasi khususnya untuk membantu permulaan progresi kadensial. Dalam beberapa konteks, triad submedian memiliki funsgi tonika dan biasanya mensubstitusi peran tonika, khususnya saat mengikut akor dominan dalam posisi dasar. Situasi seperti ini dapat disebut deceptive resolution dari dominan.
Fungsi Dominan
Fungsi dominan seringkali direpresentasikan dengan akor mayor atau mayor tujuh pada tingkat lima. Akor leading tone diminished pada inversi pertama dan leading tone tujuh (serta inversi ketiga) memiliki fungsi dominan ketika beresolusi ke akor tonika. Dalam konteks tertentu, akor median juga dapat berfungsi sebagai subtitusi akor dominan. Pada situasi kadensial, tonika dalam inversi kedua berfungsi sebagai tambahan untuk dominan posisi dasar.
Fungsi Pre-dominan
Berbagai harmoni pre-dominan dalam sebuah kunci secara umum berhubungan dengan satu dari dua tipe utama pre-dominan yakni predominan yang dibangun pada tingkat empat di suara bass dan pre-dominan yang berasal dari fungsi secondary dominan.
a. Pre-dominan tingkat empat
Banyak buku harmoni menyarankan bahwa triad subdominan (IV) adalah pre-dominant yang paling banyak digunakan. Namun, pengkajian terhadap literatur klasik membuktikan bahwa triad supertonik dalam inversi pertama lebih sering digunakan untuk fungsi ini. Baik triad II maupun IV dapat diperkaya dengan tambahan disonan dan lebih lagi dapat menggunakan nada dari moda lainnya atau disebut modal borrowing. Akor Neapolitan dalam inversi pertama juga merupakan pre-dominan penting, khususnya pada tangga nada minor.
b. Secondary dominant
Harmoni ini memiliki keistimewaan yaitu tingkat empat yang dinaikkan (#4) yang berfungsi sebagai leading tone dari dominan. Nada ini biasanya diletakkan di suara bass sehingga bergerak menuju root dari dominan.
gambar: Pexels

Comments
Post a Comment